Sabtu, 10 Agustus 2013

Privacy Policy for www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at asnwimulyadi@gmail.com.

At www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/ and how it is used.

Log Files
Like many other Web sites, www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/ makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/ does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.

DoubleClick DART Cookie
.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/.
.:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/ and other sites on the Internet.
.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....
Google Adsense


These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/ send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.

www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/ has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. www.http://asnwimulyadi.blogspot.com/'s privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.
Pengertian dan Definisi Akhlak

  1. Pengertian

Kata akhlak berasal dari bahasa arab yang sudah di-indonesia-kan yang juga diartikan dengan istilah perangai atau kesopanan. kata اخلاق adalah jama' taksir dari kata خلق yang artinya akhlak, watak, kesopanan, prangai, kebiasaan dan lain sebagainya

  1. Definisi

Para ulama ilmu akhlak merumuskan definisinya dengan berbeda-beda tinjauan yang dikemukakannya, antara lain:

  • Al-Qurthuby mengatakan bahwa akhlak adalah suatu perbuatan manusia yang bersumber dari adab kesopanan disebut akhlak, karena perbuatan itu termasuk bagian dari kejadiannya.
  • Muhammad bin 'Ilan Ash-Shadieqy mengatakan akhlak adalah suatu pembawaan dalam diri manusia, yang dapat menimbulkan perbuatan baik, dengan cara yang mudah (tanpa dorongan dari orang lain)
  • Ibnu Maskawih mengatakan akhlak adalah keadaan jiwa yang selalu mendorong manusia berbuat tanpa memikirkannya lebih lama
  • Abu Bakar Jabir Al-Jazairy mengatakan akhlak adalah bentuk kejiwaan yang tertanam dalam diri manusia yang menimbulkan perbuatan baik dan buruk, terpuji dan tercela dengan cara disengaja.
Imam Al-Ghazaly mengatakan akhlak adalah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia) yang dapat melahirkan suatu perbuatan yang gampang dilakukan, tanpa melalui maksud untuk memikirkan (lebih lama). maka jika sifat tersebut melahirkan suatu tindakan yang terpuji menurut ketentuan akal dan norma agama dinamakan akhlak yang baik, tetapi manakala ia melahirkan tindakan jahat maka akhlak yang buruk namanya.

dari pengertian tersebut, Al-Qurthuby menekankan bahwa akhlak itu merupakan bagian dari kejadian manusia. oleh karena itu kata Al-Khuluq tidak dapat dipisahkan pengertiannya dengan kata Al-Khilqah, yaitu fitrah yang dapat mempengaruhi perbuatan setiap manusia, kemudian Muhammad bin 'Ilan Ash-Shadieqy, ibnu Maskawih dan Abu Bakar Jabir Al-Jazairy menekankan bahwa akhlak adalah keadaan jiwa yang selalu menimbulkan perbuatan yang gampang dilakukan. meskipun ketiganya menekankan keadaan jiwa sebagai sumber timbulnya akhlak, namun dari sisi lain mereka berbeda pendapat, yaitu :

  1. Muhammad bin 'Ilan Ash-Shadieqy menekankan hanya perbuatan baik saja yang disebut akhlak.
  2. Ibnu Maskawih menekankan seluruh perbuatan manusia yang disebut akhlak.
  3. Abu Bakar Jabir Al-Jazairy menjelaskan perbauatan baik dan buruk yang disebut akhlak
Imam Al-Ghazaly menekankan bahwa akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia, yang dapat dinilai baik dan buruk, dengan menggunakan ukuran ilmu pengetahuan dan norma agama.

dari beberapa definisi diatas, penulis menarik definisi lain bahwa akhlak adalah perbuatan manusia yang bersumber dari dorongan jiwa manusia. maka gerak refleks, denyut jantung dan kedipan mata tidak dapat disebut akhlak, karena gerakan tersebut tidak diperintah oleh unsur kejiwaan.
Dorongan jiwa yang melahirkan perbuatan manusia, pada dasarnya bersumber dari kekuatan bathin yang dimiliki oleh setiap manusia, yaitu :
  1. Tabi'at (pembawaan), yaitu suatu dorongan jiwa yang tidak dipengaruhi oleh lingkungan manusia, tetapi disebabkan oleh naluri (gharizah) dan faktor warisan sifat-sifat dari orang tuanya atau nenek moyangnya. dorongan ini oleh Manshur Ali Rajab disebut dengan istilah Al-Khalqul Fithriyah.
  2. Akal fikiran yaitu dorongan jiwa yang dipengaruhi oleh lingkungan manusia setelah melihat sesuatu, mendengarnya,merasakannya serta merabanya. alat kejiwaan ini, hanya dapat menilai sesuatu yang lahir (yang nyata). dorongan ini disebut sebagai istilah Al-Aqlu.
  3. Hati nurani, yaitu dorongan jiwa yang dipengaruhi oleh faktor intuitif (wijdaan). alat kejiwaan ini dapat menilai hal-hal yang bersifat abstrak (yang bathin). dorongan ini disebut Al-Bashierah). karena dorongan ini mendapat keterangan (ilham) dari Allah SWT.
ketiga kekuatan jiwa dalam diri manusia inilah yang menggambarkan hakikat manusia itu sendiri. maka konsepsi pendidikan dalam islam, selalu memperhatikan ketiga kekuatan tersebut, agar berkembang dengan baik dan seimbang, sehingga terwujud manusia ideal (insan kamiel) menurut konsepsi manusia.

Jumat, 09 Agustus 2013

Hidayah Tuhan
Tuhan memberikan hidayah-Nya kepada manusia dalam empat tingkatan, pertama hidayah instink, dengan instink manusia diberitahu dengan haus ketika tubuhnya membutuhkan air, diberitahu dengan lapar ketika tubuhnya membutuhkan makanan dan diberitahu dengan kantuk ketika tubuhnya memerlukan istirahat (tidur).
kedua hidayah indera, dengan panca indera manusia diberitahu tentang rasa yang berbeda-beda, wujud sesuatu yang berbeda. kedua hidayah ini merupakan hidayah basyariah yang juga diberikan kepada hewan.
ketiga hidayah akal, dengan akal (maksudnya akal sebagai kesatuan sistem kejiwaan yang bisa berfikir dan merasa) manusia diberi kemampuan untuk memecahkan masalah, untuk membedakan nilai-nilai yang baik dari yang buruk, juga berimajinasi. akal bisa menemukan kebenaran tetapi bukan menentukannya. kebenaran akal bersifat relatif, bisa mencapai kebenaran tinggi seperti yang dicapai oleh al-aqlu as-salim, tetapi juga bisa tersesat sehingga persepsinya terbalik, yang benar dianggap salah dan yang salah dianggap benar, yakni ketika akalnya dikuasai oleh dorongan syahwat dan hawa nafsu. oleh karena itu akal bisa menjamin manusia mencapai kebenaran, karena seribu akal bisa memiliki seribu macam kebenaran.
keempat hidayah wahyu. wahyu merupakan hidayah yang tertinggi, yang kebenarannya tidak diragukan (La Rioba Fihi). akan tetapi untuk bisa memahami kebenaran wahyu, disamping dituntut adanya kejujuran dan konsisten berfikir dan tafakur, juga ada faktor kehendak Tuhan. Nabi sendiri tidak bisa memberi hidayah kepada orang lain yang didinginkan, karena hidayah merupakan hak preogratif Tuhan. paman Nabi, Abdul Mutholib yang begitu besar jasanya membela Nabi Muhammad SAW hingga akhir hayat tidak memperoleh hidayah tauhid.